Home » Uncategorized » Bukan Covid-19, Inilah Penyakit Paling Berbahaya di Afrika

Situs Judi Slot Online Resmi

Kamu dapat memandang segera bagaimana hadiah dan bonus yang Situs Judi Slot Online Resmi tawarkan kepada member setianya terlalu nyata dan tidak menipu.

Game joker123 online atau mesin slot buah yang mudah untuk dimainkan dan begitu menguntungkan.

Tutorialmastery adalah Daftar Situs Judi Slot Terpercaya 2022 siap melayani pecinta Slot Online di Indonesia yang menyediakan judi online terlengkap dan daftar slot gacor mudah menang serta online 24 jam di 2022.

Bukan Covid-19, Inilah Penyakit Paling Berbahaya di Afrika

Otoritas Pemerintahan Kesehatan Guinea, Afrika Barat mengonfirmasi satu kasus kematian akibat virus Marburg, demam hemoragik yang sangat menular yang mirip Virus Ebola.

Ini adalah Situs Judi Slot Online Terbaik dan Terpercaya No 1 kasus pertama kali penyakit mematikan diidentifikasi di Afrika Barat. Ada 12 wabah besar Marburg sejak 1967, sebagian besar di Afrika selatan dan timur

Kepala Staff WHO yang berada di Guinea, Georges Ki-Zerbo, menginformasikan bahwa Virus Marburg telah menyebar pada hewan liar, terutama kelelawar. Virus Marburg sudah menyebar luas di area Guinea selatan, serta Sierra Leone dan Liberia.

Penyakit Paling Berbahaya di Afrika

Cara penyebaran Virus Marburg ini dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan darah, organ atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi.

Beberapa benda yang terbuat dari kain seperti baju, celana dan tempat tidur dapat mengandung cairan yang terinfeksi virus Marburg dan menyentuhnya juga dapat menyebarkan virus. Virus ini

Gejala dari Virus Marburg ini ditandai dengan demam, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot. Setelah lima hari timbul gejala, sakit ruam dada, punggung, atau perut. Mual, muntah, nyeri dada, sakit tenggorokan, sakit perut, dan diare juga mungkin terjadi jika terinfeksi virus ini.

Dalam kasus yang fatal, kematian dapat terjadi antara 8 dan 9 hari setelah terpapat virus ini, yang biasanya didahului dengan kehilangan darah yang parah dan syok.

Angka kematian Virus Marburg pada fase pertama bahkan mencapai 25%. Namun, pada tahun 1998-2000, angka kematiannya mencapai 80% saat terjadi penyebaran virus di Kongo.

Sampai saat ini, para ahli kedokteran di dunia menginformasikan mereka masih belum menemukan obat dan vaksin yang dapat menyembuhkan virus tersebut.

Walaupun penyakit ini hampir sama dengan Virus Ebola, namun vaksin Ebola tidak dapat bekerja bila diberikan kepada penderita virus Marburg.

Ahli Kesehatan di Guinea berkomentar dalam menanggapi wabah virus telah mencegah wabah mematikan dan menyelamatkan nyawa.

Sebuah negara miskin yang memiliki 13 juta penduduk. Pemerintah Guinea terpukul keras oleh wabah Virus Marburg ini di Afrika Barat 2013 hingga 2016, yang menewaskan sekitar 2.300 orang di negara itu.


Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *