Kategori
Uncategorized

Bedakan Tenaga Medis Dengan Tenaga Kesehatan

Seperti yang kita ketahui saat ini bahwa Covid-19 masih belum reda, khususnya di Indonesia. Mengingat bagaimana meledaknya angka para pengidap covid-19 di Indonesia membuat banyak negara ternyata memblokir penerbangan dari Indonesia ke beberapa tempat. Padahal jika kita mengingat Indonesia memiliki keterbatasan dalam pemberian obat atau penanganan yang memadai.

Membahas bagaimana tenaga medis di Indonesia, masih banyak orang menganggap tenaga medis dengan tenaga kesehatan adalah sebutan yang sama. Padahal ternyata beda loh guys, apalagi kenyataannya terdapat peraturan undang-undang tentang kedua hal tersebut yang artinya kesehatan dan medis memiliki pengertian yang terpisah.

Perbedaan Tenaga Medis Dengan Tenaga Kesehatan

Tenaga Kesehatan dapat dikategorikan kepada setiap manusia yang memiliki ilmu pengetahuan pada bisang kesehatan. Mereka juga akan mengabdikan diri mereka didalam dunia kesehatan melalui ilmu pengetahuan yang mereka dapat dari pendidikan khusus untuk melakukan upaya kesehatan. Sedangkan Tenaga medis merupakan mereka yang memiliki hak atau wewenang dalam melakukan tindakan medis yang bersangkutan dengan nyawa manusia lain.

Hal ini ditujukan kepada Dokter serta Dokter gigi yang secara perundang-undangan memiliki persetujuan dalam melakukan bedah kepada pasien. Lisensi tersebut adalah sebuah pembeda dalam bentuk perizinan para pekerja rumah sakit. Seperti lisensi resmi yang dimiliki Sbobet, artinya diluar tenaga medis sangat dilarang untuk melakukan pembedahan. Meskipun mereka sama-sama memiliki ilmu tentang kesehatan, namun apapun yang bersifat operasi hanya dapat ditujukan kepada para tenaga medis.

Pengelompokan Tenaga Kesehatan Dengan Tenaga Medis

Jika berbagai bentuk pengoperasian hanya dapat ditujukan kepada dokter spesialis dan dokter gigi, lalu bagaimana dengan bagian tenaga kesehatan? Tenaga kesehatan adalah para dokter yang tidak melakukan operasi atau pembedahan pada tubuh manusia. Hal tersebut dapat ditujukan kepada dokter yang berhak memberikan pengobatan sesuai dengan teoristik yang sudah ditetapkan secara mendunia. Berikut ini adalah list dari kelompok Tenaga Kesehatan:

  • Psikolog
  • Perawat dalam segala bidang
  • Bidan
  • Farmasi
  • Lingkungan
  • Terapis
  • Biomedika
  • Kesehatan Tradisional

Jadi jangan sampai kalian salah mengira diantara kedua hal tersebut, apalagi saat sedang terjadi covid saat ini. Kalian jangan menyangka bahwa para dokter bedah atau dokter gigi ikut mendapatkan kabar baik untuk tenaga kesehatan dari pemerintah tempo hari. Perlu diingat, interaksi langsung secara lisan lebih sering dilakukan oleh para tenaga kesehatan. Maka dari itu ketika sedang Covid-19 terdapat banyak apresiasi kepada tenaga kesehatan.

Kategori
Uncategorized

Kabar Baik Bagi Tenaga Kesehatan Indonesia

Kasus Covid-19 saat ini masih hangat apalagi bagi warga negara Indonesia yang kabarnya sudah mencapai hingga ratus ribu jiwa. Tentu saja dengan angka sebesar itu membuat para tenaga kesehatan harus bekerja dengan lebih keras lagi. Para Tenaga Kesehatan atau Nakes ini harus total siap siaga untuk menangani kasus Covid 19.

Bekerja selama lebih dari 24 jam bisa mereka lakukan agar pengidap Virus Corona ini mampu bertahan sampai mereka dinyatakan sembuh. Wabah penyakit kali ini memang memiliki sifat penyebaran yang cepat. Banyak dari tenaga kesehatan yang bahkan ikut gugur, baik karena tertular pengidap corona ataupun karena kelelahan merawat para pasien.

Kabar Baik Untuk Tenaga Kesehatan Dari Pemerintah

Di saat seperti ini para Tenaga Kesehatan sudah seperti pahlawan yang sedang melawan Covid-19. Karena berkat mereka juga masyarakat yang dinyatakan terkena virus Corona mampu bertahan hidup hingga mereka kembali sehat. Headthere mendengar kabar bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ingin memberikan hadiah kepada Nakes, dan hal ini sudah dipertimbangkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo.

Pemberian dana tambahan untuk nakes ini sudah terhitung sebagai program kesehatan yang akan menggunakan sekitar Rp 23,3 Triliun dari kas Negara. Sri Mulyani menyatakan bahwa pemberian insentif akan diperpanjang untuk para pekerja nakes maupun non nakes sampai Desember 2020. Usulan pemanfaatan program ini Sri Mulyani menyebutkan bahwa hal ini guna membantu sekaligus bentuk rasa terima kasih.

Atas seluruh pekerja di Rumah Sakit yang berusaha sangat keras untuk mengurangi jumlah pasien Covid 19. Selain itu Sri Mulyani yang merupakan Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia mengatakan bahwa pemerintah akan terus memberikan sosialisasi untuk bisa terhindar dari kasus Corona ini.

Program Kesehatan Guna Meminimalisir Kesulitan Pada Masa Pandemic

Sri Mulyani menyampaikan kalau pemerintah sudah menyetujui untuk melakukan program kesehatan akan segera mengadakan dana anggaran. Nantinya dana anggaran dari ProKes ini akan digunakan untuk pengadaan vaksin COVID 19 yang kabarnya akan tersedia pada awal 2021.

Program yang dilakukan oleh para pemerintah ini akan membantu masyarakat untuk menekan angka kematian dari kasus ini. Pasalnya angka dari pengidap covid 19 sampai membuat penerbangan dari Indonesia di banned atau dilarang untuk sampai pada airport luar negeri.