Kategori
Tenaga Medis

Aksi Protes Tenaga Medis Indonesia Untuk Menangani Covid-19

Aksi Protes Tenaga Medis Indonesia – Sejumlah nilai tenaga medis pada ‘kebijakan pemerintah yang berpotensi memperluas propagasi Covid-19’ menggunakan label #indonesiaererah di jejaring sosial. Beberapa hari kemudian, pemerintah menjawab, dia meminta mereka untuk tidak kecewa dan menegaskan bahwa staf medis harus dilindungi.

Beberapa kebijakan disorot oleh tenaga medis, termasuk pengecualian gerakan komunitas di luar kota sampai mereka diizinkan oleh penduduk di bawah 45 di 11 sektor yang dapat kembali kabar terbaru mengenai vaksinasi covid-19 indonesia di kantor. Sampai 60 karyawan medis kehormatan di Rumah Sakit Regional Umum (RSUD) Ogan Ilir, Sumatra del Sur, mendukung protes saat melakukan pemogokan. Ini dilakukan setelah tugas-tugas tambahan untuk menangani pasien dengan mahkota positif.

Menurut sumber risiko risiko yang diterima oleh petugas medis tidak sebanding dengan yang diterima. Karena, gaji Anda hanya IDR 750.000 per bulan. Selain itu, alat pelindung otomatis (APD) di rumah sakit minimal dan tidak disediakan oleh rumah. Bahkan, insentif yang dijanjikan oleh pemerintah daerah juga dianggap tidak jelas.

Aksi Protes Tenaga Medis Indonesia Dsuarakan Dijalanan

Gunakan serangkaian mantel laboratorium putih, masker wajah dan peralatan medis lainnya, staf medis di kota Barcelona turun ke jalan pada hari Selasa, 29 September 2020 kemarin. Sambil membawa spanduk yang mengandung kritik terhadap pemerintah, staf medis ini berbaring di jalanan dan memblokir jalan. Mereka membuat protes ini untuk mendapatkan situasi yang lebih baik ketika bekerja untuk menangani daftar akun sbobet kala pandemi Covid-19.

Pandemi dari virus korona menjadi ujian bagi para pemimpin dunia untuk menunjukkan keseriusan melindungi orang. Mereka yang tidak dapat memberikan upaya maksimal untuk mendapatkan kritik dan tidak dapat diandalkan oleh orang-orang dan staf medis. Perdana Menteri Belgia Sophie Wilmes, yang dianggap bahwa dia tidak berhenti menyelamatkan penduduk, diprotes oleh staf medis, ketika dia akan memasuki rumah sakit.

Ini dibenarkan oleh Presiden Asosiasi Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqihh. DW Indonesia Daeng mengatakan insentif itu masih menunggu prosesnya. Tetapi dia tidak dapat menentukan berapa banyak waktu dia mengambil insentif untuk diterima oleh staf medis. “Ya, masih tidak cair. Masih, menunggu proses administrasi,” kata Daeng, menambahkan bahwa pada saat ini Kementerian Kesehatan (Kementerian Kesehatan) masih mengurus hal-hal.

Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon mendesak Presiden Joko Widodo dan Kementerian Kesehatan untuk mengambil langkah-langkah yang berkaitan dengan peningkatan mortalitas karena petugas kesehatan Covid-19. Melalui Twitter-nya, Jansen mengungkapkan bahwa dia baru saja menerima berita tentang salah satu dokter yang ada di kampung halamannya di Medan meninggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *