Kategori
Uncategorized

Beratnya Tanggung Jawab Para Tenaga Medis Menghadapi Kasus Covid-19

Bagaikan duka berkepanjangan, hingga November akhir ini pun wabah Covid-19 masih juga belum mereda. Hal ini tentunya membuat seluruh masyarakat jadi lebih berhati-hati pada segala tindakan yang mereka lakukan. Bahkan beberapa orang lebih memilih berdiam diri dirumah sambil mengakses perjudian daftar sbobet agar mendapatkan penghasilan haian.

Namun seperti yang kita ketahui saat ini bahwa kelompok yang paling berat menjalani kehidupan adalah para tenaga medis dan juga kesehatan. Kehadiran tenaga medis di Indonesia begitu penting untuk dapat membantu penanggulangan serta penyembuhan para pasien, khususnya korban Covid-19.

Tugas Utama Tenaga Medis Selama Masa Pandemi

Kondisi serta kehidupan para tenaga medis didalam kondisi menyebarnya virus corona ini tentu saja tidaklah mudah. Kenapa? Pekerjaan yang mereka jalani ini memiliki prosedur khusus yang memang harus atau bahkan wajib untuk dilakukan selama berada dilapangan. Mulai dari kesiapan mental dan diri dari tenaga medis serta kesehatan dalam kasus penularan virus akibat kontak langsung dengan pasien. Tenaga medis memerlukan tingkat kewaspadaan yang begitu tinggi pada saat menjalani pekerjaan tersebut seperti menggunakan APD berlapis.

Meskipun terasa panas mereka tetap menggunakan dan menuruti aturan, agar tidak menjadi salah satu yang terinfeksi. Mengingat tenaga medis tidak begitu banyak, bahkan ada yang gugur pada saat melayani masyarakat membuat kapasitas SDM dirumah sakit tidak sepadan dengan para pasien yang diperkirakan terjangkit virus Corona. Akibat hal tersebut juga para petugas medis memiliki potensi depresi akibat lelah dan meningkatnya beban pekerjaan yang terus meningkat. Sedihnya, petugas medis ini terkadang juga dianggap sebagai perantara penyebaran virus corona pada sebagian masyarakat sehingga mereka tidak bisa pulang kerumah.

Petugas medis sendiri menjadi semakin sulit untuk bertemu keluarga tercinta apabila kala itu mereka sempat menangani pasien Corona. Seperti sang pasien, petugas medis pun terpaksa harus menahan diri selama 14 hari agar potensi perpindahan virus tersebut tidak kemana-mana. APD yang tersedia di Indonesia pun tidak sepenuhnya berstandar layak sehingga pembagian APD tersebut tidak merata. Banyaknya pasien yang tidak jujur pun sering terjadi sehingga resiko para tenaga medis tertular Covid-19 meningkat.

Negara Melindungi Pekerja Ketenagaan Medis

Apa kalian sudah tau bahwa terdapat Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Keputusan tersebut merupakan bentuk perlindungan negara kepada para tenaga medis di Indonesia. Undang-undang tersebut ditujukan kepada pasien atau seluruh masyarakat diluar bidang tenaga medis.

Masyarakat sudah pasti diminta untuk melakukan konsultasi serta penanganan secara jujur. Pasalnya ternyata tidak sedikit manusia yang takut akan kenyataan sehingga mereka memberikan keterangan palsu yang membuat tenaga kerja kesusahan. Bagi siapapun yang melakukan hal tersebut diluar profesi tenaga medis akan dikenakan denda sebesar Rp. 1 juta atau sanksi pidana penjara selama 1 tahun lamanya.

Kategori
Tenaga Medis

Perlunya Tenaga Medis di Indonesia

Di indonesia sendiri tenaga medis cukup terbilang sangat kurang mengingat bidang kesehatan di Indonesia masih dibawah standard. Kita ambil contoh saja di beberapa daerah seperti Papua Nugini, Sumatera Utara dan Kalimantan yang jarang “dijamah” oleh manusia. Maksudnya, disana masih ada beberapa daerah terpencil yang harus mendapatkan pertolongan medis seperti obat obatan dan juga konseling mengenai kesehatan dari Tenaga Medis.

Terkadang, para penduduk warga dari negara Indonesia yang bisa dibilang masih hidup di pemukiman terpencil membutuhkan pertolongan medis sebagai sarana kesehatan mereka. Dan juga, beberapa orang dibutuhkan untuk menjadi sukarelawan atau bantuan sebagai tenaga medis yang akan membantu kegiatan tersebut dalam bentuk agar masyarakat di Indonesia menjadi sehat. Dan juga terdapat beberapa perbedaan antara tenaga medis dan kesehatan yang perlu kamu ketahui secara mendalam.

Perlunya Tenaga Medis di Indonesia

Perlunya Menambahkan Sukarelawan Medis

Perlunya menambahkan jumlah tenaga medis ini dikarenakan agar Indonesia menjadi negara yang siap akan segala jenis penyakit baru. Sama sepert virus covid-19 ini yang sudah 8 bulan lamanya menjadi populer sebagai virus mematikan yang dapat merenggut nyawa seseorang kapan saja. Nah, bayangkan saja apabila virus tersebut sudah menyebar luas di beberapa daerah yang terbilang masih kurang keamanan nya dalam menangkal penyakit baru seprti ini ? Sudah pasti beberapa dari masyarakat tersebut akan mengalami nasib yang kurang baik dikarenakan tidak adanya tenaga medis yang ditugaskan disana.

Saat ini, Indonesia memang terbilang sangat membutuhkan tenaga medis sebagai kelengkapan dari dunia kesehatan di tahun 2020. Menyikapi hal ini, pemerintah pun memberikan edukasi bagi bebebrapa masyarakat mengenai pentingnya menjadi tenaga medis. Dan diharapkan akan ada beberapa orang yang mau menjadi tenaga medis disaat saat virus Covid-19 sedang melanda Tanah air pada saat sekarang ini.

Adapun salah satu relawan yang juga menjadi pemilik dari situs judi bola terpercaya di Indonesia ini menjadi bagian dari aksi tersebut. Beliau mengatakan ” Indonesia membutuhkan orang yang berani mengambil keputusan demi kemajuan negaranya” sahutnya. Ini juga ia lakukan pada member setia nya yang bermain taruhan bola online dengan memperhatikan kebutuhan dari para player tersebut.

Kategori
Uncategorized

Bedakan Tenaga Medis Dengan Tenaga Kesehatan

Seperti yang kita ketahui saat ini bahwa Covid-19 masih belum reda, khususnya di Indonesia. Mengingat bagaimana meledaknya angka para pengidap covid-19 di Indonesia membuat banyak negara ternyata memblokir penerbangan dari Indonesia ke beberapa tempat. Padahal jika kita mengingat Indonesia memiliki keterbatasan dalam pemberian obat atau penanganan yang memadai.

Membahas bagaimana tenaga medis di Indonesia, masih banyak orang menganggap tenaga medis dengan tenaga kesehatan adalah sebutan yang sama. Padahal ternyata beda loh guys, apalagi kenyataannya terdapat peraturan undang-undang tentang kedua hal tersebut yang artinya kesehatan dan medis memiliki pengertian yang terpisah.

Perbedaan Tenaga Medis Dengan Tenaga Kesehatan

Tenaga Kesehatan dapat dikategorikan kepada setiap manusia yang memiliki ilmu pengetahuan pada bisang kesehatan. Mereka juga akan mengabdikan diri mereka didalam dunia kesehatan melalui ilmu pengetahuan yang mereka dapat dari pendidikan khusus untuk melakukan upaya kesehatan. Sedangkan Tenaga medis merupakan mereka yang memiliki hak atau wewenang dalam melakukan tindakan medis yang bersangkutan dengan nyawa manusia lain.

Hal ini ditujukan kepada Dokter serta Dokter gigi yang secara perundang-undangan memiliki persetujuan dalam melakukan bedah kepada pasien. Lisensi tersebut adalah sebuah pembeda dalam bentuk perizinan para pekerja rumah sakit. Seperti lisensi resmi yang dimiliki Sbobet, artinya diluar tenaga medis sangat dilarang untuk melakukan pembedahan. Meskipun mereka sama-sama memiliki ilmu tentang kesehatan, namun apapun yang bersifat operasi hanya dapat ditujukan kepada para tenaga medis.

Pengelompokan Tenaga Kesehatan Dengan Tenaga Medis

Jika berbagai bentuk pengoperasian hanya dapat ditujukan kepada dokter spesialis dan dokter gigi, lalu bagaimana dengan bagian tenaga kesehatan? Tenaga kesehatan adalah para dokter yang tidak melakukan operasi atau pembedahan pada tubuh manusia. Hal tersebut dapat ditujukan kepada dokter yang berhak memberikan pengobatan sesuai dengan teoristik yang sudah ditetapkan secara mendunia. Berikut ini adalah list dari kelompok Tenaga Kesehatan:

  • Psikolog
  • Perawat dalam segala bidang
  • Bidan
  • Farmasi
  • Lingkungan
  • Terapis
  • Biomedika
  • Kesehatan Tradisional

Jadi jangan sampai kalian salah mengira diantara kedua hal tersebut, apalagi saat sedang terjadi covid saat ini. Kalian jangan menyangka bahwa para dokter bedah atau dokter gigi ikut mendapatkan kabar baik untuk tenaga kesehatan dari pemerintah tempo hari. Perlu diingat, interaksi langsung secara lisan lebih sering dilakukan oleh para tenaga kesehatan. Maka dari itu ketika sedang Covid-19 terdapat banyak apresiasi kepada tenaga kesehatan.

Kategori
Uncategorized

Kabar Baik Bagi Tenaga Kesehatan Indonesia

Kasus Covid-19 saat ini masih hangat apalagi bagi warga negara Indonesia yang kabarnya sudah mencapai hingga ratus ribu jiwa. Tentu saja dengan angka sebesar itu membuat para tenaga kesehatan harus bekerja dengan lebih keras lagi. Para Tenaga Kesehatan atau Nakes ini harus total siap siaga untuk menangani kasus Covid 19.

Bekerja selama lebih dari 24 jam bisa mereka lakukan agar pengidap Virus Corona ini mampu bertahan sampai mereka dinyatakan sembuh. Wabah penyakit kali ini memang memiliki sifat penyebaran yang cepat. Banyak dari tenaga kesehatan yang bahkan ikut gugur, baik karena tertular pengidap corona ataupun karena kelelahan merawat para pasien.

Kabar Baik Untuk Tenaga Kesehatan Dari Pemerintah

Di saat seperti ini para Tenaga Kesehatan sudah seperti pahlawan yang sedang melawan Covid-19. Karena berkat mereka juga masyarakat yang dinyatakan terkena virus Corona mampu bertahan hidup hingga mereka kembali sehat. Headthere mendengar kabar bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ingin memberikan hadiah kepada Nakes, dan hal ini sudah dipertimbangkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo.

Pemberian dana tambahan untuk nakes ini sudah terhitung sebagai program kesehatan yang akan menggunakan sekitar Rp 23,3 Triliun dari kas Negara. Sri Mulyani menyatakan bahwa pemberian insentif akan diperpanjang untuk para pekerja nakes maupun non nakes sampai Desember 2020. Usulan pemanfaatan program ini Sri Mulyani menyebutkan bahwa hal ini guna membantu sekaligus bentuk rasa terima kasih.

Atas seluruh pekerja di Rumah Sakit yang berusaha sangat keras untuk mengurangi jumlah pasien Covid 19. Selain itu Sri Mulyani yang merupakan Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia mengatakan bahwa pemerintah akan terus memberikan sosialisasi untuk bisa terhindar dari kasus Corona ini.

Program Kesehatan Guna Meminimalisir Kesulitan Pada Masa Pandemic

Sri Mulyani menyampaikan kalau pemerintah sudah menyetujui untuk melakukan program kesehatan akan segera mengadakan dana anggaran. Nantinya dana anggaran dari ProKes ini akan digunakan untuk pengadaan vaksin COVID 19 yang kabarnya akan tersedia pada awal 2021.

Program yang dilakukan oleh para pemerintah ini akan membantu masyarakat untuk menekan angka kematian dari kasus ini. Pasalnya angka dari pengidap covid 19 sampai membuat penerbangan dari Indonesia di banned atau dilarang untuk sampai pada airport luar negeri.